"You think i ain't worth a dollar, but i feel like a millionaire."
-abo
-jurnalistik unpad
-ambient plus drone worshipper
BLOGJUGEND
fitrah
opik
bayu
dee
esther

therainydays
nia

praga
army
yoga
nata
   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, October 29, 2006
reflektif


Kalian pernah ngerasain, kalo waktu itu cepet banget ngalirnya? Coba bayangin, dulu kalian pernah berada di suatu tempat dan di tempat itu ada kenangan tersendiri buat kalian. Udah lama kalian ga ke tempat itu, sampai suatu saat, secara ga sengaja kalian berada lagi di tempat itu. kilasan-kilasan memori berseliweran. Kebodohan-kebodohan dan kesuksesan-kesuksesan yang pernah kalian lakukan dulu mencuat lagi di dalam kepala. Senyum, kalian tersenyum…mengenang lagi semua itu.

Kenangan, semenyakitkan dan semenyenangkan apapun, pasti akan terasa menyejukkan (setidaknya buat saya). Perumpaannya seperti angin sore; segar mengelus kulit. Walaupun begitu, setiap kali mengenang sesuatu, ada satu hal yang membuat saya takut juga.

      Akhir-akhir ini saya memang termakan oleh doktrin Sahrul tentang filasafat ‘pribados’; menjadi individu yang berkualitas adiluhung ( Akhir-akhir ini Sahrul memang gencar mengkampanyekan filsafat pribados, setidaknya ke saya gitu). Berbicara tentang menjadi manusia yang mempunyai kualitas adiluhung, ketika saya dikondisikan untuk berada dalam situasi yang mengharuskan untuk mengkorek-korek kembali hal-hal yang pernah saya lakukan dulu, terkadang saya melihat sebuah cermin yang seakan-akan mengatakan; “ga ada bedanya antara diri kamu setaun yang lalu dengan yang sekarang”.

      Nah, bicara tentang stagnansi, adalah sesuatu hal yang sangat menyebalkan dan mungkin kalian semua juga, saya yakin, ga mau terjebak dalam kemandekan, bukan? Tapi, ya itu, terkadang ketika saya mengenang sesuatu…saya selalu dihadapkan oleh kenyataan tentang diri ini yang terjebak dalam kemandekan. Seperti tidak ada bedanya diri saya yang dulu dengan diri saya yang sekarang. Padahal, umur udah mau 22, istilahnya mah udah, anjis, mendekati tua lah. tapi kalo dipikir-pikir kegiatan saya sekarang ini hanya diisi oleh maen karambol, ngejek temen, patah hati di himpunan, ngelamun di kamar, bercanda dan ketawa ngakak ga jelas sama temen, ngambil rokok di warung ketika ibu lagi di kamar mandi – sangat-sangat tidak produktif. Anjis, lama kelamaan aktivitas kaya gitu ga akan menghasilkan apa-apa. Urgh, harus dirubah.

 

Kalian pernah merasakannya, ketika kalian dihadapkan pada fakta bahwa kehidupan kalian tidak bergerak kemana-mana, sedangkan disisi lain, jarum jam terus menerus bergulir? Ugh, jangan sampai tumbang, teman. Carpe diem, seize the day.   



Posted at 12:17 pm by abotidakpaham

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry