Saturday, October 21, 2006
Bulan-bulan kemarin
mungkin terasa hapeuk.
Minggu-minggu kemarin bisa saja terasa sangat suram.
Hari-hari mungkin saja dijalani dengan setengah hati.
tapi...what the fuck...ada hari baru, ada semangat baru yang (harus) dijalani
dengan mental baja!
Selamat Merayakan
Hari Kemenangan, Semuanya!!!
Semoga
hari yang baru bisa membawa manfaat bagi diri kita masing-masing, lingkungan
kita dan terutama bagi orang-orang terdekat di sekeliling kita. Amin.
Posted at 06:42 pm by abotidakpaham
Permalink
Thursday, October 19, 2006
The sun sets on the war. The day breaks and everything is new .
Menyenangkan. Bulan ini terasa
menyenangkan. Membuat saya semakin bersyukur, bahwa ternyata diri ini masih
diingat orang lain.
Ajakan dan undangan
tiba-tiba saja deras mengetuk pintu kamar; “Hei, ayo kita buka puasa bersama.”
Teman yang lama tak jumpa,
teman yang wajahnya mulai terlupakan, teman yang dahulu pernah berbagi rasa
perih, duka dan tawa…teman yang mempunyai memori yang sama…teman yang sampai
sekarang masih berhubungan…teman yang masih bermain bersama...semuanya mengisi hari-hari di bulan yang penuh makna
ini. Semuanya berkumpul, menikmati hidangan buka puasa bersama. Semuanya
berkumpul, itu yang terpenting. Menyenangkan.
Posted at 06:39 pm by abotidakpaham
Permalink

"...i found a map to buried treasure.
and even if we come home empty handed we'll still have our stories
of battlescars, pirate ships and wounded hearts,
broken bones and all the best of friendships..."
- Kris Roe -
Posted at 06:30 pm by abotidakpaham
Permalink
Even though I'm not her minder. Even though she doesn't want me around. I am on my feet to find her. To make sure that she is safe from harm.
Halo, selamat pagi. Apa kabarmu hari ini?
Engkau lihat?
Puluhan senyum melambung…mengembang…namun tak ubah bagai sebutir debu di halaman depan rumahmu. Sebutir debu yang rentan tertiup angin sore dan dengan mudahnya untuk dilupakan.
...Dan seperti sapaan di pagi hari, biarlah semuanya cuma-cuma seperti geliat cahaya mentari. Begitupun dengan lara yang melanda, adalah gratis; tanpa laba, tanpa bunga.
Layaknya sorotan sinar matahari pagi; setiap orang tidaklah dipungut biaya untuk memilih.
Posted at 06:23 pm by abotidakpaham
Permalink